Otoritas diri sendiri pada hal prinsip
Banyak hal di dunia ini terjadi atas keputusan dan keputusan. Keputusan seseorang itu bisa salah dan bisa benar. Semua tergantung dari pilihan yg dibuat oleh orang itu.
Hal yg paling prinsip adalah keputusan seseorang untuk percaya pada sesuatu yang lebih besar pada dirinya. Percaya pada sesuatu yg membuat dirinya hidup. Dan membuat dirinya percaya bahwa sesuatu itu memberikan hidup pada dirimu agar engkau melakukan berbagai macam hal. Ya dan hal itu disebut sebagai TUHAN dan pengaplikasian untuk bisa menyembah Tuhan diperlukan Agama.
Agama dan TUHAN merupakan hal prinsipil atau hal paling utama bagi seseorang yg hidup di dunia ini.
Di jaman dahulu orang-orang percaya bahwa ada sesuatu yg lebih besar dari dirinya yg membuat alam semesta ini.
Mulai dari situlah orang orang jaman dahulu mencari dan terus mencari, mulai konsep roh sampai pada konsep benda2 seperti angin, air, api, pohon, gunung, matahari, laut, langit dan berbagai macam benda2 yg menurut mereka berbeda dengan mereka sebagai "sesuatu yg lebih besar" Dari mereka. Kalau jaman sekarang perilaku mereka itu biasa kita sebut sebagai animisme dan dinamisme.
Pemikiran pemikiran mereka terus berkembang hingga pada akhirnya hal itu menjadi suatu keyakinan.
Dengan kata lain mereka menemukan hal itu sebagai suatu yg disebut Agama. Mereka menciptakan dan menganggap bahwa benda benda itu sebagai sesuatu yg lebih besar dari mereka. Macam2 Agama orang-orang jaman dahulu itu berbagai macam.
Ada yg menyembah matahari, ada yg menyembah gunung, ada yg menyembah laut dan ada yg menyembah berbagai macam benda lainnya yg ada di dunia ini. Mereka menyembah berbagai macam benda dikarenakan mereka percaya bahwa itu merupakan manifestasi atau perwujudan dari sesuatu yg lebih besar dari mereka.
Istilah "sesuatu yg lebih besar dari mereka" Itu biasa nya mereka sebut sebagai dewa.
Sebutan itu dibuat oleh mereka untuk memuliakan "sesuatu yg lebih besar dari mereka".
Berbagai macam dewa mulai bermunculan seiring dengan semakin banyaknya pemikiran tentang dewa. Bahkan mereka merunut silsilah tentang dewa dewa itu sendiri. Mereka sangat mempercayai hal itu dan menurunkan hasil pemikiran mereka dari generasi ke generasi.
Seiring berkembangnya nya pemikiran akan dewa tersebut. Mulai banyak orang2 yg mempertanyakan kebenaran cerita tersebut. Dan mereka yg mempertanyakan kebenaran tersebut mulai mencari tahu apakah dewa itu benar benar ada. Dan jika ada benarkah dewa itu yg menciptakan umat manusia dan mengatur seluruh alam semesta dan segala isi nya. Dari hasil pencarian itu mulai membuahkan hasil dengan munculnya berbagai macam konsep tentang "dewa".
Namun istilahnya berganti menjadi Tuhan. Konsep Tuhan mulai banyak disebarkan oleh berbagai macam orang orang yg menyebut dirinya sebagai " Nabi". Mereka memberikan kisah bahwa konsep Tuhan itu adalah yg paling benar. Karena Tuhan yg nabi itu ceritakan maha Kuasa atas segala makhluk. Jadi TUHAN yg diceritakan oleh para nabi merupakan sesuatu yg paling tinggi. Dan tidak ada yg lebih tinggi daripada-Nya.
Cerita para nabi tersebut ternyata begitu berpengaruh terhadap keyakinan orang orang terhadap dewa. Sehingga menyebabkan keyakinan akan dewa mulai ditinggalkan oleh pengikutnya. Dan sekarang hal itu dinyatakan sebagai sebuah mitologi.
Mitologi itu merupakan sesuatu yg pernah dipercaya dan diyakini oleh banyak orang untuk menyimpulkan adanya "sesuatu yang lebih besar dari mereka". Kepercayaan dan keyakinan itu terganti oleh konsep TUHAN.
Hal itu tidak lah aneh. Karena pemikiran manusia yg terus berkembang sehingga menjadikan perubahan tentang sesuatu yg mereka percayai atau tidak percayai merupakan sesuatu yg pasti terjadi.
Konsep Tuhan itu selalu dijaga, disebarkan dan diajarkan kepada seluruh manusia. Walaupun konsep Tuhan itu terbagi menjadi berbagai macam ajaran yg disebut Agama.
Terdapat banyak sekali Agama yg eksis sampai sekarang di dunia ini. Mulai dari Islam, Kristen, Yahudi, Buddha, Hindu dan berbagai macam lainnya. Walaupun terbagi menjadi banyak ajaran agama namun mereka memiliki konsep yg sama yaitu mereka mempercayai adanya konsep Tuhan yg menciptakan alam semesta ini.
Walaupun di Agama Buddha itu konsep Tuhan tidak bisa dijelaskan dan di definisikan, tetapi mereka tetap mempercayai nya. Dan juga di Agama Hindu istilah Tuhan tidak digunakan, mereka tetap menggunakan istilah dewa.
Di jaman sekarang dengan berkembangnya teknologi dan makin cepatnya arus informasi serta makin berkembangnya ilmu pengetahuan mulai memberikan sedikit goncangan pada eksistensi Agama. Mulai banyak orang2 yg mempertanyakan konsep Tuhan dan Agama. Banyak yg ingin membuktikan kebenaran ajaran agama.
Mereka merasa bahwa Agama itu haruslah masuk akal dan dibuktikan. Sementara yg bisa disajikan oleh Agama saat ini adalah membuat orang-orang percaya 100% kemudian membuktikan bahwa Agama mereka itu masuk akal.
Di dalam pemikiran kaum agama sudh terlebih dahulu percaya agamanya. Yg membuat proses berpikir mereka tidak independen dikarenakan sudah ter doktrin terlebih dahulu bahwa Agama itu masuk akal. Jadi apapun yg nantinya akan ditemukan bakal langsung dikaitkan dengan Agama. Bahwa Agama sudah terlebih dahulu memberitahukan melalui kitab suci bahwa itu kuasa Tuhan. Dimana kitab suci tersebut hanya menuliskan sesuatu fenomena yg belum bisa dibuktikan kebenarannya.
Kemungkinan akan pembuktian kebenaran yg tertulis di Kitab Suci itu menjadi 2. Bisa jadi hal itu sesuai dengan bukti dan bis jadi hal itu tidak sesuai dengan bukti.
Contoh hal yg sesuai dengan bukti adalah adanya ka'bah, sumur zamzam, masjidil haram, masjidil Aqsa. Itu membuktikan bahwa Agama itu ada karena ada bukti bangunannya.
Dan hal yg tidak bisa dibuktikan adalah tentang bentuk bumi yg dinyatakan oleh banyak Agama berbentuk datar, umur bumi dan berbagai macam fenomena alam seperti banjir pada zaman nabi Nuh, turunnya nabi Adam ke bumi, terbentuknya bumi, terbentuknya galaksi. Bagi kaum Agama tentang sesuatu yg belum bisa dibuktikan bukan berarti hal itu tidak terjadi. Karena merupakan kuasa Tuhan untuk memberikan bukti bahwa peristiwa itu terjadi atau tidak. Namun ketika tidak ada bukti ttg kejadian itu bukan berarti kejadian itu tidak terjadi. Pemikiran kaum Agama itu agak miris ya. Disatu sisi mereka mempercayai bahwa Agama mereka masuk akal namun disisi lain mereka menyangkal jika ada bukti yg menyatakan bahwa fenomena alam yg terjadi di ajaran agama mereka tidak bisa dibuktikan.
Seperti nya kaum Agama hanya ingin agar Agama yg mereka anut dan Tuhan yg mereka sembah sebagai sesuatu kekuatan yg sangat sempurna dan tanpa celah untuk bisa dibuktikan.
Agama yg pada dasarnya diawali dari kepercayaan terhadap yg ghaib dan tidak perlu bukti untuk mempercayai nya itu ingin dihadapkan pada ilmu pengetahuan yg didasarkan pada ketidakpercayaan dan memerlukan bukti untuk bisa menjadi percaya.
Dikarenakan kaum agama ingin mendapatkan klaim bahwa agama itu masuk akal...
Sampai kapan pun Agama dan ilmu pengetahuan itu akan saling bertentangan.
Karena untuk membuktikan sesuatu yg ghaib itu tidaklah mungkin. Hal ghaib itu tidak bisa di uji di laboratorium, tidak bisa diobservasi secara langsung dan dianalisa secara langsung...
Selama lamanya Agama hanya bisa dipercayai dan diyakini saja dalam hati tanpa perlu dibuktikan dengan menggunakan pikiran untuk mencari tahu kebenarannya.
Jadi apakah anda yakin dengan Agama mu?.
Saran saya adalah jika anda percaya maka jangan sampai keraguan menyelimuti pikiran anda. Karena keraguan itu yg akan membuat anda menjadi tidak percaya.
"Percaya lah perkataan saya"
Sekian dan terimakasih...
Hargailah perbedaan
Komentar
Posting Komentar