Haruskah kebaikan dibalas?.
Kali ini, saya lagi memikirkan tentang kebiasaan orang orang Indonesia, yg sering memberikan bantuan terhadap orang lain, tp mengharapkan kebaikan pada dirinya dr orang yg telah diberikan kebaikan.
Apakah kebaikan itu harus dibalas?. Klo jawabannya iya. Berarti mereka yg berbuat baik itu tidak ikhlas dan tulus dalam melakukan perbuatan itu. Perbuatan baik mereka semata mata dilakukan agar mereka mendapatkan kebaikan.
Yg berarti konsep ikhlas dan tulus itu bagi orang orang itu tidaklah ada. Atau dengan kata lain mereka tidak menerapkan kata ikhlas dan tulus. Saya tidak masalah dengan mereka yg melakukan hal tersebut dengan mengharapkan balasan atas kebaikannya.
Yang membuat saya berpikir adalah perkataan bahwa segala sesuatu di dunia itu dilakukan pasti ada motivasi dan harapan agar hal itu mendapatkan balasan.
Orang orang beragama contohnya melakukan kebaikan seperti sedekah, menolong orang itu motivasi nya adalah karena hal tersebut bernilai pahala dan hal itu bisa membuat dirinya mendapatkan rahmat YME. Sehingga bisa memudahkan untuk meraih tempat terbaik di akhirat.
Yg jadi pertanyaan saya untuk orang beragama itu seperti pertanyaan ahmad dhani di lagu " jika surga dan neraka tak pernah ada ". Tidak bisa dipungkiri motivasi seseorang untuk berbuat baik itu tidak hanya dilandasi kepentingan akhirat.
Motivasi motivasi kepentingan dunia juga menjadi salah satu hal yg ingin didapatkan. Seperti nama baik, dianggap sebagai orang baik,meningkatkan citra diri, dihargai orang lain, yg semata mata hanya dilandasi dari keinginan bahwa kebaikan nya mendapatkan balasan.
Tapi hal itu hanya terjadi saat ini sih. Dijaman sekarang aja banyak orang melakukan hal itu. Di jaman dahulu saat para penyebar agama muncul seperti nabi Ibrahim, nabi Musa, nabi sulaiman, Yesus, Sidharta gautama, khrisna, Rasulullah SAW. Ajaran ajaran yg mereka berikan berdasarkan keikhlasan dan kebaikan tanpa mengharapkan apapun, mengajarkan ketulusan yg setulus tulusnya.
Namun kenapa para pengikutnya malahan tidak mengamalkan hal penting tersebut?. Kenapa para pengikutnya seakan akan lupa dengan ajaran yg telah diberikan, seakan akan tidak mau mengamalkan nya.
Yg lebih mengharukan, mereka menyalahgunakan ajaran ttg kebaikan itu agar bisa mendatangkan manfaat pada dirinya. Seperti menjadikan dakwah dan ceramah agama Itu sebagai profesi. Padahal dakwah itu merupakan kewajiban setiap manusia.
Namun hal itu sudah menjadi suatu fenomena yang wajar terjadi di sini. Memanfaatkan situasi dan kondisi dengan baik. Memang seharusnya seperti itu atau itu hanya memanfaatkan keadaan nya aja.
Saya sendiri tidak tau jawabannya. Tp yg saya tau adalah hal itu sudah lumrah terjadi di sini. Perihal itu benar atau salah, itu tidak jadi masalah. Ada sebuah kalimat menyatakan seperti ini. " Sebuah kebohongan yang dilakukan terus menerus, lambat laun akan jadi sebuah kejujuran".
Setiap manusia berhak untuk memilih dan pilihan antara orang satu dengan orang lainnya itu pasti tidaklah sama. Jadi hargailah perbedaan. Dan jangan jadikan perbedaan malah membuat perpecahan. Karena dalam kehidupan itu tidaklah harus sama. Karena hidup dengan perbedaan lebih menyenangkan dibandingkan hidup dalam persamaan.
Akhir kata dari saya,
sekian dan terimakasih.
Komentar
Posting Komentar