Childfree vs punya anak.
Child free itu seperti nya sudah mulai booming. Semua itu diawali dari sebuah pernyataan selebgram yang bernama Gita savitri. Setelah pernyataan pribadinya itu mulai banyak netizen dan banyak pihak yang mulai menentang pernyataan nya. Bahkan mengutuk pernyataan nya itu dengan bilang bahwa itu sebuah pemikiran sesat. Dan pernyataan childfree itu dikaitkan dengan agama. Padahal pernyataan dia tentang childfree itu merupakan urusannya dia, pasangannya dan keluarganya.
Namun banyak pihak yang mengatasnamakan agama dan rumah tangga. Yang mengatasnamakan agama menyatakan bahwa dalam agama khususnya islam, hal ini saya singgung dikarenakan yg membuat pernyataan itu adalah seorang muslimah. Mereka mengaitkan dalam islam itu adalah sebuah keharusan untuk memiliki anak, ketika sudah berumah tangga. Memiliki anak adalah konsekuensi dari keputusan seseorang untuk berumah tangga. Rasanya sih itu merupakan sesuatu standart yg dipaksakan oleh sebuah masyarakat.
Didalam ajaran agama Islam sendiri tidak mengharuskan adanya seorang anak didalam sebuah rumah tangga. Dan juga tujuan berumah tangga dalam islam itu bukanlah seorang anak atau memiliki banyak anak. Tujuan berumah tangga dalam islam itu adalah sakinah,mawaddah,warahmah.
Namun petunjuk dari ajaran agama islam sendiri itu dimaknai berbeda oleh umat islam mayoritas. Sakinah, mawaddah, warahmah itu dimaknai bahwa harus memiliki anak. Agar hubungan rumah tangga itu menjadi langgeng dan bahagia.
Rumah tangga yang langgeng dan bahagia itu diharuskan memiliki anak merupakan sebuah keegoisan kelompok. Langgeng dan bahagia dalam berumah tangga itu merupakan urusan pribadi masing-masing orang. Dan tidak bisa disamaratakan.
Lagipula keputusan untuk childfree merupakan urusan pribadi orang itu. Childfree itu bukanlah sebuah aib dalam rumah tangga. Childfree itu merupakan cara pasangan dalam rumah tangga untuk memastikan kebahagiaan dalam hidupnya.
Banyak hal positif yg bisa diambil dari keputusan childfree, yaitu hidupnya tidak ribet, tidak pusing, lebih menikmati hidup dan selalu merasa bahagia. Karena hidupnya tidak akan direpotin dan direcoki oleh kehadiran seorang anak dalam melakukan apapun.
Bahkan banyak kasus didalam rumah tangga. Seorang anak merupakan salah satu penyebab masalah dalam rumah tangga. Ada banyak dalam kehidupan rumah tangga, kehadiran anak itu dijadikan sebuah aset. Ya aset, aset yg nanti nya akan berguna buat orang tua saat dia tua nanti. Dan seorang anak itu seperti diwajibkan untuk melakukan perannya itu. Seorang anak nantinya akan diwajibkan untuk merawat orang tua pada hari tua nya.
Seharusnya kehadiran seorang anak itu tidak dijadikan sebagai aset. Harusnya orang tua itu tidak mengharapkan apapun dari seorang anak. Orang tua itu harusnya tulus dalam merawat dan membesarkan anaknya. Tidak semestinya orang tua mengharapkan sesuatu dari anaknya.
Pemikiran seperti itu sih sudah banyak dilakukan oleh kebanyakan orang luar negeri. Banyak orang tua hanya membimbing anaknya agar bisa tumbuh dan berkembang menjadi manusia yg baik. Dan tidak pernah sekalipun orang tua mengharapkan kebaikan nya terhadap anaknya dibalas dikemudian hari. Karena itu adalah tanggung jawabnya sebagai orang tua. Dan tanggung jawab anak itu bukanlah untuk mengurusi orang tua nya disaat, si anak dewasa.
Jadi pikiran bahwa ketika kita menikah itu diharuskan memiliki anak dan itu seakan difasilitasi oleh agama, lingkungan sosial dan masyarakat adalah tidak tepat. Karena keputusan untuk memiliki dan tidak memiliki anak merupakan hak masing masing orang. Keputusan itu tidak bisa dibenarkan ataupun disalahkan. Karena ketika kita sudah mengklaim kebenaran maka hal itu adalah mutlak dan tidak ada pilihan selain itu. Sedangkan memiliki atau tidak memiliki anak itu bukanlah sesuatu yg keharusan dan hal itu tidak disepakati secara mutlak. Suatu bisa menjadi kebenaran mutlak jika hal itu disepakati bersama. Seperti lampu lalu lintas, merah arti nya stop. Seperti matematika 1 + 1 = 2. Dimana tidak ada pilihan lain, nilainya tidak dapat diganggu gugat.
Sekian pemikiran dan opini saya tentang childfree, semoga semua orang bisa menghormati keputusan dalam kehidupan orang lain. Karena kehidupan orang lain itu berbeda beda. Jangan jadikan standar kehidupan mayoritas orang di tempelkan pada pribadi seseorang.
Hidup itu pilihan, dan pilihan orang itu tidaklah selalu sama serta hargailah perbedaan. Terimakasih.
Komentar
Posting Komentar